HTI Press, Banjarmasin - Seminar Pendidikan bertajuk Bagaimana Remaja Menyikapi Terorisme dan Cuci Otak digelar di Aula Kayuh Baimbai, Pemko Banjarmasin, Selasa (17/5/2011).
Sebagai narasumber, Kasubdit Kerma Dit Binmas Polda Kalsel, AKBP Drs Sunyipto, Komisi Hukum dan Fatwa MUI Banjarmasin, Prof DR H Ahmad Hasan M Hum, dan Ketua DPD I HTI Kalsel, Ustadz Baihaqi Al Munawar, S. Hut.Dalam paparannya, Ketua DPD I HTI Kalsel, Ustadz Baihaqi Al Munawar, S. Hut, mengatakan, kajian Islam penting untuk diikuti pelajar. Sebagai Benteng dari pemikiran menyimpang arus globalisasi.
“Pelajar yang ikut pengajian jauh lebih baik dari teman-temannya, seperti mudah diatur, dan taat pada orang tua, untuk jangan menjustifikasi semua pengajian itu menyesatkan.” Kata Baihaqi kepada HTI Press. (ahmad maghfur/HTI Press)

AKBP Sunyipto Ditbinmas Polda Kalsel

gur dan orang tua mendengarkan penjelasan materi

orang tua dan polwan antusias mendengarkan materi

para pemateri seminar pendidikan

peserta dari kalangan pelajar antusias mendengarkan materi

peserta dari kalangan pelajar serius mendengarkan materi

Prof Ahmad Hasan - Ketua Komisi fatwa MUI Banjarmasin

remaja Banjarmasin Menyikapi NII KW IX dan terorisme

seminar dihadiri ratusan peserta


1 komentar:
benar sekali. saya setuju kalau pemuda dijauhkan dari islam maka mereka akan semakin mudah terjebak aksi yang tidak bertanggung jawab. Disebabkan dengan jauhnya mereka dari islam mereka akan semakin tidak mengerti ajaran islam itu seperti apa.
Posting Komentar
Insya Allah Komentar anda bisa menjadikan informasi ini lebih bermanfaat